Kunci JawabanPendidikan

Capaian Pembelajaran (CP) dapat Dirumuskan Merujuk pada Teori Belajar Konstruktivisme

Pelitadata.com – Masih melanjutkan PPG 2025 modul 3, kali ini kita akan membantu mengerjakan soal yang menanyakan beberapa pertanyaan yang benar mengenai kerangka kurikulum nasional.

Soal ini berbentuk pilihan ganda dengan lima pilihan jawaban. Soalnya cukup panjang dan harus dicermati dengan saksama untuk menemukan pokok gagasnya. Daripada bingung, mari simak kunci jawaban dan alasannya di bawah ini.

Soal

Capaian Pembelajaran (CP) dapat dirumuskan merujuk pada teori belajar konstruktivisme dan kurikulum yang direncanakan dengan pendekatan Understanding by Design (UbD) yang dikembangkan oleh Wiggins & McTighe (2005).

Dalam kerangka teori ini, “memahami” merupakan kemampuan yang dibangun melalui proses dan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan kepada murid untuk dapat menjelaskan, menginterpretasi dan mengaplikasikan informasi, menggunakan berbagai perspektif, dan berempati atas suatu fenomena. Bertitik tolak dari hal tersebut, pernyataan di bawah ini yang benar dalam kerangka kurikulum nasional adalah…

  • A. Hirarki pengetahuan tidak digunakan dalam merumuskan CP dan tujuan pembelajaran turunan dari CP
  • B. Taksonomi pengetahuan tidak menggunakan kata kerja operasional yang spesifik
  • C. Kurikulum nemberi kebebasan kepada guru mengikuti taksonomi pengetahuan menurut teori yang disukai
  • D. Pemahaman dimaknai sebagai suatu proses kognitif yang komplek tidak sederhana sebagai proses berpikir tingkat rendah
  • E. Menganggap bahwa “memahami” dapat dicapai tanpa melibatkan proses dan pengalaman belajar yang mendalam serta tanpa memberikan kesempatan untuk menjelaskan, menginterpretasi, dan mengaplikasikan informasi dengan berbagai perspektif

Jawaban dan Alasan

D. Pemahaman dimaknai sebagai suatu proses kognitif yang komplek tidak sederhana sebagai proses berpikir tingkat rendah

Dalam pendekatan Understanding by Design (UbD) dan teori konstruktivisme, “memahami” tidak dipandang sebagai sekadar menghafal atau mengenali informasi. Pemahaman dibangun melalui pengalaman belajar yang memungkinkan murid menjelaskan, menafsirkan, menerapkan, melihat dari berbagai sudut pandang, dan berempati terhadap suatu konsep atau fenomena. Ini menunjukkan bahwa memahami adalah aktivitas mental yang mendalam dan melibatkan proses berpikir tingkat tinggi.

Baca juga: Ide-ide Guru Modul 3 PPG

Kerangka ini juga sejalan dengan Capaian Pembelajaran (CP) dalam kurikulum nasional, yang menekankan pengembangan kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan bermakna. Karena itu, pemahaman tidak boleh direduksi menjadi kemampuan kognitif sederhana. Pilihan D paling tepat karena menggambarkan hakikat “memahami” sebagai proses kognitif yang kompleks dan bermakna, sesuai dengan semangat UbD dan konstruktivisme.

Related Articles

Back to top button